Menaker Puji Penerapan K3 pada Proyek MRT Jakarta

Posted Date : 26-02-2019, berita ini telah dikunjungi sebanyak 249 kali.


Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meninjau kesiapan pengoperasian Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Dia memeriksa peralatan dan pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Hanif mengatakan, persiapan MRT sudah 99 persen. Dalam pengerjaan proyek tersebut pun diprioritaskan aspek K3, sehingga risiko kecelakaan kerja dapat ditekan.

"Ini patut diapresiasi pemerintah. Pelaksanaan K3 di MRT memadai dan SMK3 dijalankan dengan baik. Selain pembangunan, kesadaran keamanan pada tingkat pekerjanya cukup kuat. Bisnis transportasi itu separuhnya bisnis keamanan," kata Hanif saat menjajal MRT menempuh rute Hotel Indonesia-Lebak Bulus-Hotel Indonesia, pada Senin, 25 Februari 2019.

Dari sisi lapangan kerja, proyek MRT juga akan menciptakan efek yang besar. Sejak awal proyek MRT berjalan telah menyerap 10 ribu tenaga kerja.

“Multiplier effect (efek pengganda) adanya MRT juga sangat positif dengan terciptanya lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan kantong-kantong ekonomi di sekitar area yang dilalui jalur MRT," katanya.

Menyoal lapangan kerja baru yang tercipta setelah adanya MRT, Hanif mengaku belum menghitung rinci. Namun setelah MRT nanti beroperasi, diperkirakan menyerap lebih dari 500 orang tenaga kerja. Untuk vendor supplier jasa keamanan dan kebersihan bisa lebih dari seribu orang.

“Di luar itu akan muncul kantong ekonomi baru. Misalnya, kos-kosan makin ramai, harga tanah makin tinggi, dan warung makin tumbuh. Ini akan menambah penyediaan lapangan kerja baru,“ ujar Hanif.

Hanif menjelaskan, pihaknya patut berbangga karena dalam waktu yang tidak terlalu lama, masyarakat memiliki MRT pertama di Indonesia. “InsyaAllah pada 12 Maret 2019, MRT akan uji coba kepada publik. Jadi akan dimanfaatkan oleh masyarakat sebelum beroperasi secara penuh pada Maret nanti," ujarnya.

Kehadiran MRT diharapkan bisa memberikan kemudahan transporasi di masyarakat. "Ada juga transformasi kebudayaan juga. Orang akan dibiasakan mengantre,” tuturnya.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pihaknya memiliki ketentuan SMK3 dan SMK3 Perkeretaapian sejak mengerjakan proyek MRT. "Kami sudah sertifikasi dan lolos semuanya. Untuk MRT, bisnis keselamatan dan keamanan sangat prioritas. Kami tidak main-main,” ujar William.

Jumlah tenaga kerja yang terserap dalam proyek MRT sekitar 550 orang. Sebanyak 350 orang terlibat langsung menjalankan kereta api dan 200 tenaga kerja di kantor pusat MRT. “Di outsource tenaga keamanan dan kebersihan serta frontliner sekitar 300 orang,” ucapnya.


(ROS)

Sumber : http://news.metrotvnews.com/peristiwa/GbmLgPyN-menaker-puji-penerapan-k3-pada-proyek-mrt-jakarta