Yahudi Dukung Paus Fransiskus Buka Arsip Rahasia Pius XII
Posted Date : 06-03-2019, berita ini telah dikunjungi sebanyak 164 kali.
TEMPO.CO, Jakarta - Paus Fransiskus mengatakan Gereja tidak takut pada sejarah saat mengumumkan rencana Vatikan membuka arsip rahasia pada masa Paus Pius XII yang selama beberapa dekade dicari oleh orang Yahudi.
Paus Fransiskus mengumumkan keputusannya untuk membuka arsip rahasia itu pada 2 Maret 2020 sehubungan untuk mempercepat proses pemberian gelar orang suci kepada Pius XII, seperti dilansir dari Reuters, Senin, 4 Maret 2019.
Menurut Paus Fransiskus, warisan Pius XII telah diperlakukan dengan prasangka dan berlebihan.
Orang Yahudi mengatakan, Pius XII yang menjabat sebagai paus dari tahun 1939 hingga 1958 tidak cukup membantu mereka yang menghadapi persekusi oleh pasukan Nazi dari Jerman.
Vatikan berpendapat Pius memilih bekerja di belakang layar. Dia khawatir intervensi publik akan memperburuk situasi bagi orang Yahudi dan Katolik di Eropa di masa perang yang dikuasai oleh Hitler.
Menurut Paus Fransiskus, Pius XII memimpin Gereja pada periode abad 20 yang paling menyedihkan dan paling gelap.
Pemimpin umat Katolik sedunia ini mengatakan, dia yakni bahwa penelitian sejarah yang objektif dan serius akan memungkinkan evaluasi dilakukan dalam cahaya yang benar termasuk kritik yang pantas.
Akan tetapi, menurut Paus Fransiskus catatan itu juga akan menunjukkan saat-saat sulit, keputusan-keputusan yang menekan, kehati-hatian manusia dan Kristen, yang bagi sebagian orang bisa dianggap sebagai keengganan tetapi hal itu sebagai upaya Pius XII untuk menjaga nyala api harapan tetap hidup.
Kontroversi atas tindakan Paus Pius XII selama perang pecah pada tahun 1963 terjadi ketika penulis drama Jerman Rolf Hpchhuth menulis drama kontroversi bertajuk The Deputy, a Christian Tragedy, yang menuding Pius bungkam menghadapi Holocaust.
Keputusan Paus Fransiskus membuka arsip rahasia di masa Paus Pius XII disambut oleh sejumlah organisasi Yahudi dan Israel.
Komite Yahudi Amerika atau AJC yang sudah lebih dari 30 tahun mencari cara untuk membuka arsip itu mengatakan, keputusan Paus Fransiskus sangat signifikan.
"Para ahli sekarang dapat secara objektif mengevaluasi catatan sejarah dari masa paling mengerikan untuk mengakui kegagalan maupun upaya gagah berani yang dilakukan semasa periode Shoah," kata Rabbi David Rosen, Direktur Urusan Antaragam AJC kepada Reuters.
Shoah merupakan kata dalam bahasa Ibrani untuk Holocaust. Tragedi Holocaust untuk mengenang sekitar 6 juta orang Yahudi dibunuh oleh pasukan Nazi yang dipimpin Adolf Hitler.
"Kami gembira dengan keputusan ini dan berharap akan diberi akses secara bebas untuk semua arsip yang relevan," kata Duta Besar Israel untuk Vatikan, Oren David.
Sumber : https://dunia.tempo.co/read/1182153/yahudi-dukung-paus-fransiskus-buka-arsip-rahasia-pius-xii/full&view=ok
Paus Fransiskus mengumumkan keputusannya untuk membuka arsip rahasia itu pada 2 Maret 2020 sehubungan untuk mempercepat proses pemberian gelar orang suci kepada Pius XII, seperti dilansir dari Reuters, Senin, 4 Maret 2019.
Menurut Paus Fransiskus, warisan Pius XII telah diperlakukan dengan prasangka dan berlebihan.
Orang Yahudi mengatakan, Pius XII yang menjabat sebagai paus dari tahun 1939 hingga 1958 tidak cukup membantu mereka yang menghadapi persekusi oleh pasukan Nazi dari Jerman.
Vatikan berpendapat Pius memilih bekerja di belakang layar. Dia khawatir intervensi publik akan memperburuk situasi bagi orang Yahudi dan Katolik di Eropa di masa perang yang dikuasai oleh Hitler.
Menurut Paus Fransiskus, Pius XII memimpin Gereja pada periode abad 20 yang paling menyedihkan dan paling gelap.
Pemimpin umat Katolik sedunia ini mengatakan, dia yakni bahwa penelitian sejarah yang objektif dan serius akan memungkinkan evaluasi dilakukan dalam cahaya yang benar termasuk kritik yang pantas.
Akan tetapi, menurut Paus Fransiskus catatan itu juga akan menunjukkan saat-saat sulit, keputusan-keputusan yang menekan, kehati-hatian manusia dan Kristen, yang bagi sebagian orang bisa dianggap sebagai keengganan tetapi hal itu sebagai upaya Pius XII untuk menjaga nyala api harapan tetap hidup.
Kontroversi atas tindakan Paus Pius XII selama perang pecah pada tahun 1963 terjadi ketika penulis drama Jerman Rolf Hpchhuth menulis drama kontroversi bertajuk The Deputy, a Christian Tragedy, yang menuding Pius bungkam menghadapi Holocaust.
Keputusan Paus Fransiskus membuka arsip rahasia di masa Paus Pius XII disambut oleh sejumlah organisasi Yahudi dan Israel.
Komite Yahudi Amerika atau AJC yang sudah lebih dari 30 tahun mencari cara untuk membuka arsip itu mengatakan, keputusan Paus Fransiskus sangat signifikan.
"Para ahli sekarang dapat secara objektif mengevaluasi catatan sejarah dari masa paling mengerikan untuk mengakui kegagalan maupun upaya gagah berani yang dilakukan semasa periode Shoah," kata Rabbi David Rosen, Direktur Urusan Antaragam AJC kepada Reuters.
Shoah merupakan kata dalam bahasa Ibrani untuk Holocaust. Tragedi Holocaust untuk mengenang sekitar 6 juta orang Yahudi dibunuh oleh pasukan Nazi yang dipimpin Adolf Hitler.
"Kami gembira dengan keputusan ini dan berharap akan diberi akses secara bebas untuk semua arsip yang relevan," kata Duta Besar Israel untuk Vatikan, Oren David.
Sumber : https://dunia.tempo.co/read/1182153/yahudi-dukung-paus-fransiskus-buka-arsip-rahasia-pius-xii/full&view=ok
Abstain Soal Venezuela, Dubes RI Lontarkan Kritik Tajam ke DK PBB
Korban Bertambah 14 Orang, Ini Kronologi Ledakan Tabung Gas di Bogor
Penyelundup Narkoba asal Perancis Protes Dihadirkan Penerjemah Inggris
Longsor, Jalan Raya Ponorogo - Trenggalek Ditutup Total
Pria Penyuka Sejenis Pembobol Toko Apple Gigit Polisi saat Ditangkap
Jembatan Ampang Gadang Putus, Lalu Lintas Sumbar Menuju Sumut Lumpuh
Nyepi, RSUP Sanglah Siagakan 7 Dokter Spesialis
Kapal Nelayan dengan 20 Awak Hilang Kontak di Perairan Nias Selatan
TPS di Jateng Rawan Longsor, Banjir hingga Terdampak Gunung Meletus
Tiba di Venezuela, Guaido Terancam Penjara
Korban Bertambah 14 Orang, Ini Kronologi Ledakan Tabung Gas di Bogor
Penyelundup Narkoba asal Perancis Protes Dihadirkan Penerjemah Inggris
Longsor, Jalan Raya Ponorogo - Trenggalek Ditutup Total
Pria Penyuka Sejenis Pembobol Toko Apple Gigit Polisi saat Ditangkap
Jembatan Ampang Gadang Putus, Lalu Lintas Sumbar Menuju Sumut Lumpuh
Nyepi, RSUP Sanglah Siagakan 7 Dokter Spesialis
Kapal Nelayan dengan 20 Awak Hilang Kontak di Perairan Nias Selatan
TPS di Jateng Rawan Longsor, Banjir hingga Terdampak Gunung Meletus
Tiba di Venezuela, Guaido Terancam Penjara
103 WNA yang Masuk DPT Berasal dari 29 Negara
Amerika Tempatkan Misi Diplomatiknya untuk Palestina di Bawah Kedubes untuk Israel
Hillary Clinton Konfirmasi Tak Maju Capres AS 2020
CFO Huawei Gugat Pemerintah Kanada
Belanda Tarik Duta Besarnya dari Iran
Khashoggi kemungkinan dibakar di tungku besar di rumah konjen Saudi
Posisi Militer Rezim Suriah Dihantam Serangan Sengit
Takut Hubungan Kandas, Rina Nose Diminta Berhenti Unggah Foto Pacar di Medsos
Cut Meyriska Tunggu Roger Danuarta Lancar Mengaji Sebelum Dinikahi?
Lukai Tangan Hingga Berdarah, Verny Hasan Nyaris Bunuh Diri Karena Denny Sumargo?
Amerika Tempatkan Misi Diplomatiknya untuk Palestina di Bawah Kedubes untuk Israel
Hillary Clinton Konfirmasi Tak Maju Capres AS 2020
CFO Huawei Gugat Pemerintah Kanada
Belanda Tarik Duta Besarnya dari Iran
Khashoggi kemungkinan dibakar di tungku besar di rumah konjen Saudi
Posisi Militer Rezim Suriah Dihantam Serangan Sengit
Takut Hubungan Kandas, Rina Nose Diminta Berhenti Unggah Foto Pacar di Medsos
Cut Meyriska Tunggu Roger Danuarta Lancar Mengaji Sebelum Dinikahi?
Lukai Tangan Hingga Berdarah, Verny Hasan Nyaris Bunuh Diri Karena Denny Sumargo?