Keanehan Sebelum Fitri Yu Dibuinuh
Posted Date : 13-02-2019, berita ini telah dikunjungi sebanyak 200 kali.
TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Sebelum tewas dibunuh Yuda Lesmana di rumahnya di Perumahan YKB Bengkong Laut, Fitri Suryati ternyata sempat main ke rumah tetangga sebelahnya.
Fitri juga sempat main bersama Sila, anak Sutia yang merupakan tetangga sebelah rumah korban.
Sutia menyebut, Fitri main ke rumahnya setelah bangun tidur. Seperti biasanya lewat pintu samping karena sudah dekat dan dianggap keluarga.
Namun, tak lama main di rumahnya ada seseorang yang memanggil, lalu dia pulang ke rumahnya.
"Nah habis itu dia balek lagi ke rumah saya. Saat itu saya memang lagi pusing lalu baring. Jadi dia main sama anak saya si Sila. Tak lama dia balek kerumahnya dan tinggalin si Sila. Udah ya Sila sama Vika aja gitu katanya. Lalu dia pulang. Udah sampai situ saja komunikasi terakhir," papar Sutia.
Biasanya Sila diajak ke rumah Fitri untuk tidur siang atau bermain bersama.
Tapi entah kenapa pada momen itu, Sila tidak dibawanya.
"Untung saja tak dibawa Sila tidur siang di kamarnya. Ya Allah," ujar Sutia sembari memeluk Sila.
Sutia mengakui selama ini sudah mengganggap Fitri Yu seperti anak sendiri. Karena sudah lama ditinggal oleh mamanya.
"Kami bertetangga udah 9 tahunan tapi dekatnya sekitar 5 sampai 6 tahun. Semoga si pelaku dihukum setimpal seberat-beratnya. Terimakasih kepada pihak kepolisian, kasusnya sebentar langsung terungkap siapa pelakunya," katanya.
Sutia, tetangga Fitri Suryati yang tewas dibunuh di rumahnya di Perumahan YKB, Senin (11/2/2019) mengaku sangat sedih dengan kepergian Fitri Yu.
Apalagi, sebelumnya Fitri sempat curhat kepadanya dan mengatakan bahwa ini adalah Februari terakhir.
Kalimat itu seolah menjadi pertanda Fitri akan pergi selama-lamanya.
"Memang sebelumnya dia pernah bilang sama saya ini Februari terakhir. Maksudnya pengeluaran di Februari ini sangat besar. Dan semuanya terakhir, seperti pajak motornya, cicilan mobilnya, ulang tahun dia tanggal 27 nanti. Jadi Februari depan udah lepas semua," ujar Sutia kepada Tribun, Selasa (12/2/2019).
Sutia sempat memberikan masukkan kepada Fitri Yu jika tak ada cicilan lagi, nikah saja.
Dan memang Fitri ada rencana menikah tahun ini, karena Imlek lalu main ke rumah calon mertuanya di Tanjungpinang.
"Fitri Yu bilang ke saya, iya memang sudah disuruh nikah waktu ke Tanjungpinang kemarin," kata Fitri.
Sempat Jalan Bareng Tunangan
Sutia juga bercerita jika malam sebelum ditemukan tewas bersimbah darah dan dengan tangan terikat di rumahnya, Senin (11/2/2019), Fitri sempat keluar bersama tunangannya.
Saat pulang jalan bersama tunangannya, Fitri sempat mampir main ke rumahnya.
"Pakaiannya malam itu anggun kali, cantiklah pokoknya. Bajunya gaun warna hijau lumut. Saya bilang cantik kali lah mami ini," ucapnya kepada korban.
Sebutan mami itu memang melekat panggilan Fitri Yu. Sebab, anak Sutiah bernama Sila sangat akrab dengan korban.
"Anak saya yang kecil ini sangat dekat sama Fitri, soalnya kadang aja tidur siang di rumah Fitri, makanya kami bilang Fitri ini maminya Sila," ujarnya.
Malam itu pula usai jalan dengan sang tunangan, Fitri juga sempat bermain bersama Sila, sambil memberikan roti.
"Ia, malam itu dia bilang, adek mau roti nggak, cuman Sila gak mau. Anak saya malah merengek maunya ikut jalan sama korban," ujarnya.
Bahkan anak Sutia tersebut menangis seharian, seakan mengetahui telah kehilangan orang yang sudah sayang kepadanya.
"Ini anak, nangis sampai malam dia, kayaknya dia ngerasa kalau kehilangan maminya. Soalnya dekatnya kan dari bayi," sebutnya kembali.
Kepada Tribunbatam.id, Sutiah juga menunjukkan kenangan baju jahitan permintaan Fitri saat Imlek.
Air mata Sutia semakin tak terbendung saat melihat bentuk jahitan baju Imlek yang berwana hijau, coklat, biru itu.
Ia pun masih tak menyangka dengan musibah yang dialami korban, yang sudah dianggap sebagai anak sendiri ini.
Sutiah mengaku tak akan lupa dengan candaan korban semasa hidupnya.
Dan candaan yang paling diingat adalah saat korban sering memfotokan keluarganya saat tidur.
"Orangnya itu suka becandaan, kadang ibu lagi tidur di ruang tamu di foto dia, abis tu dia tunjukin, mau liat gak artis tidur, gak sama saya aja, sama menantu , dan anak saya juga. Itu kenangan yang tak dilupakan," ucapnya kembali bersedih, yang juga tampak tetangga lain menangis.
Sutia beserta tetangga lainnya akan bergegas menuju rumah duka untuk memberikan rasa belasungkawa.
"Siang inilah ini kami mau ramai ramai ke sana, anak kami itu, gak nyangka aja," ujarnya kembali.
Jenazah Dimakamkan Besok
Jenazah Fitri Suryati, lebih dikenal dengan Fitri Yu, akan dimakamkan esok hari atau lebih tepatnya hari Rabu (13/2/2019).
Hal ini seperti yang dituliskan oleh Abang korban, Iskand Yu, di akun facebook miliknya.
"Jenazah telah disemayamkan di Rumah Duka Batu Batam Blok G, dan akan dimakamkan hari Rabu, 13 Februari 2019 di Sambau," tulis Iskand Yu di dinding facebooknya sekitar enam jam yang lalu.
Diketahui bahwa Rumah Duka Batu Batam terletak di Baloi, dan merupakan salah satu rumah duka untuk marga Tionghoa di Kota Batam.
Menurut pantauan TRIBUNBATAM.ID pada facebook milik Iskand Yu, terlihat banyak sekali ucapan belasungkawa yang berdatangan dari para sahabat.
"RIP Ya Koko, yang kuat. Tuhan bersamamu," tulis salah satu kerabat di kolom komentar mili Iskand Yu.
Sementara itu, sehari setelah peristiwa pembunuhan, suasana rumah di Perumahan YKB Blok F Bengkong Laut, tempat Fitri Yu ditemukan tewas bersimbah darah, tampak lengang, Selasa (12/2/2019).
Pagar rumahnya tertutup. Begitupun dengan pintu rumah. Garis kuning police line dipasang menyilang di depan pintu rumah, tanda orang dilarang masuk.
Di pagar rumahnya pun, garis police line ini masih terpasang.
Kain-kain bekas jemuran hari kemarin, masih tergantung di teras depan rumah.
Lampu rumah masih menyala, seperti belum dipadamkan dari Senin (11/2) malam kemarin.
Tak ada orang di dalam rumah. Hanya suara gonggongan anjing sesekali menyalak, ketika melihat ada orang di depan rumah.
"Orangtuanya tak ada di rumah. Sudah di rumah duka. Besok mau disemayamkan," kata tetangga sebelah rumah korban.
Tetangga lainnya pun menyampaikan informasi yang sama.
"Besok mau disemayamkan. Keluarganya di rumah duka," ujarnya.
Pantauan Tribun, suasana di kompleks perumahan ini juga lengang. (Roma Uly Sianturi)
Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2019/02/12/keanehan-sebelum-fitri-yu-dibuinuh
Fitri juga sempat main bersama Sila, anak Sutia yang merupakan tetangga sebelah rumah korban.
Sutia menyebut, Fitri main ke rumahnya setelah bangun tidur. Seperti biasanya lewat pintu samping karena sudah dekat dan dianggap keluarga.
Namun, tak lama main di rumahnya ada seseorang yang memanggil, lalu dia pulang ke rumahnya.
"Nah habis itu dia balek lagi ke rumah saya. Saat itu saya memang lagi pusing lalu baring. Jadi dia main sama anak saya si Sila. Tak lama dia balek kerumahnya dan tinggalin si Sila. Udah ya Sila sama Vika aja gitu katanya. Lalu dia pulang. Udah sampai situ saja komunikasi terakhir," papar Sutia.
Biasanya Sila diajak ke rumah Fitri untuk tidur siang atau bermain bersama.
Tapi entah kenapa pada momen itu, Sila tidak dibawanya.
"Untung saja tak dibawa Sila tidur siang di kamarnya. Ya Allah," ujar Sutia sembari memeluk Sila.
Sutia mengakui selama ini sudah mengganggap Fitri Yu seperti anak sendiri. Karena sudah lama ditinggal oleh mamanya.
"Kami bertetangga udah 9 tahunan tapi dekatnya sekitar 5 sampai 6 tahun. Semoga si pelaku dihukum setimpal seberat-beratnya. Terimakasih kepada pihak kepolisian, kasusnya sebentar langsung terungkap siapa pelakunya," katanya.
Sutia, tetangga Fitri Suryati yang tewas dibunuh di rumahnya di Perumahan YKB, Senin (11/2/2019) mengaku sangat sedih dengan kepergian Fitri Yu.
Apalagi, sebelumnya Fitri sempat curhat kepadanya dan mengatakan bahwa ini adalah Februari terakhir.
Kalimat itu seolah menjadi pertanda Fitri akan pergi selama-lamanya.
"Memang sebelumnya dia pernah bilang sama saya ini Februari terakhir. Maksudnya pengeluaran di Februari ini sangat besar. Dan semuanya terakhir, seperti pajak motornya, cicilan mobilnya, ulang tahun dia tanggal 27 nanti. Jadi Februari depan udah lepas semua," ujar Sutia kepada Tribun, Selasa (12/2/2019).
Sutia sempat memberikan masukkan kepada Fitri Yu jika tak ada cicilan lagi, nikah saja.
Dan memang Fitri ada rencana menikah tahun ini, karena Imlek lalu main ke rumah calon mertuanya di Tanjungpinang.
"Fitri Yu bilang ke saya, iya memang sudah disuruh nikah waktu ke Tanjungpinang kemarin," kata Fitri.
Sempat Jalan Bareng Tunangan
Sutia juga bercerita jika malam sebelum ditemukan tewas bersimbah darah dan dengan tangan terikat di rumahnya, Senin (11/2/2019), Fitri sempat keluar bersama tunangannya.
Saat pulang jalan bersama tunangannya, Fitri sempat mampir main ke rumahnya.
"Pakaiannya malam itu anggun kali, cantiklah pokoknya. Bajunya gaun warna hijau lumut. Saya bilang cantik kali lah mami ini," ucapnya kepada korban.
Sebutan mami itu memang melekat panggilan Fitri Yu. Sebab, anak Sutiah bernama Sila sangat akrab dengan korban.
"Anak saya yang kecil ini sangat dekat sama Fitri, soalnya kadang aja tidur siang di rumah Fitri, makanya kami bilang Fitri ini maminya Sila," ujarnya.
Malam itu pula usai jalan dengan sang tunangan, Fitri juga sempat bermain bersama Sila, sambil memberikan roti.
"Ia, malam itu dia bilang, adek mau roti nggak, cuman Sila gak mau. Anak saya malah merengek maunya ikut jalan sama korban," ujarnya.
Bahkan anak Sutia tersebut menangis seharian, seakan mengetahui telah kehilangan orang yang sudah sayang kepadanya.
"Ini anak, nangis sampai malam dia, kayaknya dia ngerasa kalau kehilangan maminya. Soalnya dekatnya kan dari bayi," sebutnya kembali.
Kepada Tribunbatam.id, Sutiah juga menunjukkan kenangan baju jahitan permintaan Fitri saat Imlek.
Air mata Sutia semakin tak terbendung saat melihat bentuk jahitan baju Imlek yang berwana hijau, coklat, biru itu.
Ia pun masih tak menyangka dengan musibah yang dialami korban, yang sudah dianggap sebagai anak sendiri ini.
Sutiah mengaku tak akan lupa dengan candaan korban semasa hidupnya.
Dan candaan yang paling diingat adalah saat korban sering memfotokan keluarganya saat tidur.
"Orangnya itu suka becandaan, kadang ibu lagi tidur di ruang tamu di foto dia, abis tu dia tunjukin, mau liat gak artis tidur, gak sama saya aja, sama menantu , dan anak saya juga. Itu kenangan yang tak dilupakan," ucapnya kembali bersedih, yang juga tampak tetangga lain menangis.
Sutia beserta tetangga lainnya akan bergegas menuju rumah duka untuk memberikan rasa belasungkawa.
"Siang inilah ini kami mau ramai ramai ke sana, anak kami itu, gak nyangka aja," ujarnya kembali.
Jenazah Dimakamkan Besok
Jenazah Fitri Suryati, lebih dikenal dengan Fitri Yu, akan dimakamkan esok hari atau lebih tepatnya hari Rabu (13/2/2019).
Hal ini seperti yang dituliskan oleh Abang korban, Iskand Yu, di akun facebook miliknya.
"Jenazah telah disemayamkan di Rumah Duka Batu Batam Blok G, dan akan dimakamkan hari Rabu, 13 Februari 2019 di Sambau," tulis Iskand Yu di dinding facebooknya sekitar enam jam yang lalu.
Diketahui bahwa Rumah Duka Batu Batam terletak di Baloi, dan merupakan salah satu rumah duka untuk marga Tionghoa di Kota Batam.
Menurut pantauan TRIBUNBATAM.ID pada facebook milik Iskand Yu, terlihat banyak sekali ucapan belasungkawa yang berdatangan dari para sahabat.
"RIP Ya Koko, yang kuat. Tuhan bersamamu," tulis salah satu kerabat di kolom komentar mili Iskand Yu.
Sementara itu, sehari setelah peristiwa pembunuhan, suasana rumah di Perumahan YKB Blok F Bengkong Laut, tempat Fitri Yu ditemukan tewas bersimbah darah, tampak lengang, Selasa (12/2/2019).
Pagar rumahnya tertutup. Begitupun dengan pintu rumah. Garis kuning police line dipasang menyilang di depan pintu rumah, tanda orang dilarang masuk.
Di pagar rumahnya pun, garis police line ini masih terpasang.
Kain-kain bekas jemuran hari kemarin, masih tergantung di teras depan rumah.
Lampu rumah masih menyala, seperti belum dipadamkan dari Senin (11/2) malam kemarin.
Tak ada orang di dalam rumah. Hanya suara gonggongan anjing sesekali menyalak, ketika melihat ada orang di depan rumah.
"Orangtuanya tak ada di rumah. Sudah di rumah duka. Besok mau disemayamkan," kata tetangga sebelah rumah korban.
Tetangga lainnya pun menyampaikan informasi yang sama.
"Besok mau disemayamkan. Keluarganya di rumah duka," ujarnya.
Pantauan Tribun, suasana di kompleks perumahan ini juga lengang. (Roma Uly Sianturi)
Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2019/02/12/keanehan-sebelum-fitri-yu-dibuinuh
KPK Geledah Rumah Dirut Jasa Marga terkait Dugaan Korupsi Proyek Waskita Karya
Serangan Berdarah di Gereja St Lidwina Sleman Setahun Lalu
13 Taruna Akpol Aniaya Junior hingga Tewas Resmi Dikeluarkan
Pesta Miras dan Awal Transformasi Kalijodo 3 Tahun Silam
Deretan Fakta Terbaru di Balik Penganiayaan 2 Petugas KPK
Hidup Sehat Hingga Tua, Kenali Penyakit Jantung Koroner Sejak Dini
Promosi Wisata, Turki Rilis Film Dokumenter Bawah Laut
Dituduh Memberontak, 12 Pemimpin Katalan Jalani Persidangan
152 Pastor di Meksiko Diberhentikan
AS dan Rusia Bahas Situasi di Venezuela
Serangan Berdarah di Gereja St Lidwina Sleman Setahun Lalu
13 Taruna Akpol Aniaya Junior hingga Tewas Resmi Dikeluarkan
Pesta Miras dan Awal Transformasi Kalijodo 3 Tahun Silam
Deretan Fakta Terbaru di Balik Penganiayaan 2 Petugas KPK
Hidup Sehat Hingga Tua, Kenali Penyakit Jantung Koroner Sejak Dini
Promosi Wisata, Turki Rilis Film Dokumenter Bawah Laut
Dituduh Memberontak, 12 Pemimpin Katalan Jalani Persidangan
152 Pastor di Meksiko Diberhentikan
AS dan Rusia Bahas Situasi di Venezuela
Jusuf Kalla Isyaratkan Ada Pemain Lain di Luar Pertamina Garap Bisnis Avtur di Bandara
Buron Kasus Pajak Rp 20 Miliar Ini Akhirnya Tertangkap di Pontianak
Terungkap Sebab Terbakarnya Kios Bensin Koja
Setiap Valentine, Turki Berhasil Jual Bunga Sampai Rp 6,6 Triliun
Gara-gara Kemacetan, AS Rugi Rp 113,5 Triliun Pada 2018
Priyanka Chopra Tak Ingin Teburu-buru Memiliki Anak
Tante Tia Tewas Dibunuh Brondong setelah Hubungan Seks di Kuburan
Perjuangan Vaggelis Chatzis, Sang Petinju Bertangan Satu
Jalan Rusak Parah, Wati Kena Usus Buntu, Dibawa Tandu Sarung ke Puskesmas
Lolos 16 Besar Piala Indonesia, PSIS Siap Hadapi Bhayangkara FC
Buron Kasus Pajak Rp 20 Miliar Ini Akhirnya Tertangkap di Pontianak
Terungkap Sebab Terbakarnya Kios Bensin Koja
Setiap Valentine, Turki Berhasil Jual Bunga Sampai Rp 6,6 Triliun
Gara-gara Kemacetan, AS Rugi Rp 113,5 Triliun Pada 2018
Priyanka Chopra Tak Ingin Teburu-buru Memiliki Anak
Tante Tia Tewas Dibunuh Brondong setelah Hubungan Seks di Kuburan
Perjuangan Vaggelis Chatzis, Sang Petinju Bertangan Satu
Jalan Rusak Parah, Wati Kena Usus Buntu, Dibawa Tandu Sarung ke Puskesmas
Lolos 16 Besar Piala Indonesia, PSIS Siap Hadapi Bhayangkara FC